Demak – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan oleh Babinsa Koramil 12/Mranggen Sertu Achmad Safi'i bersama Tim Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Angkling Kusumo, BPBD, serta masyarakat di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mrambang, Hutan Girikusumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan menyusul adanya titik api di lereng sebelah barat Makam Ibrahim. Kebakaran diperkirakan menghanguskan lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Api terlihat terbakar sedikit demi sedikit di beberapa titik yang masih berada dalam satu lokasi.
Babinsa Kodim 0716/Demak bersama Tim RPB Angkling Kusumo dan masyarakat setempat langsung melakukan monitoring sekaligus upaya pemadaman secara manual. Pemadaman dilakukan dengan peralatan seadanya karena kondisi medan yang sulit dan tidak dapat dilalui kendaraan pemadam.
Kondisi kawasan hutan yang berbukit dengan kemiringan lereng sekitar 50° hingga 70° menjadi salah satu kendala dalam proses penanggulangan. Meski demikian, berkat kerja sama antara aparat, relawan dan masyarakat, titik-titik api berhasil ditanggulangi dan dipadamkan.
Dalam kegiatan tersebut, unsur yang terlibat antara lain Kodim 0716/Demak sebanyak 1 personel, BPBD sebanyak 3 personel, serta masyarakat sebanyak 4 orang, sementara unsur Polres, Damkar dan relawan lainnya nihil.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga terus melaksanakan pemantauan terhadap lokasi untuk memastikan tidak muncul kembali titik api yang berpotensi meluas.
Kegiatan penanggulangan Karhutla tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran TNI, BPBD, Tim RPB dan masyarakat dalam penanganan bersama membuat warga merasa lebih tenang dan tidak panik menghadapi kejadian kebakaran hutan.
Sinergi dan kebersamaan seluruh unsur dalam penanggulangan Karhutla menjadi langkah penting untuk mencegah meluasnya kebakaran serta menjaga keamanan lingkungan dan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Sampai dengan saat ini, titik api telah berhasil ditanggulangi dan dipadamkan. Monitoring di lokasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api.(Red :Sabit)

Updates.